MALUKU UTARA, TALIABU – Landmark Kota Bobong di Pulau Taliabu yang baru saja diresmikan oleh Bupati Aliong Mus kini tampak tidak terurus.

Area yang seharusnya menjadi ikon kebanggaan kota ini terlihat dipenuhi oleh daun-daun kering yang berserakan menciptakan kesan kumuh atau “faja skali” dalam sebutan lokal

Berdasarkan pantauan media ini, Sabtu (03/08/2024) sejak peresmian belum lama ini, tak tampak adanya upaya dari pihak terkait untuk membersihkan area tersebut.

Daun-daun kering yang menumpuk, terutama di sepanjang jalur pejalan kaki, memberikan kesan bahwa area ini kurang mendapat perhatian dalam hal pemeliharaan dan kebersihan.

Padahal, Landmark Kota Bobong ini diharapkan menjadi tempat yang menarik untuk masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Taliabu.

Namun, kondisi yang terlihat saat ini justru sebaliknya, meninggalkan kesan bahwa proyek ini belum sepenuhnya siap untuk menjadi daya tarik utama.

Warga sekitar yang sering berkunjung ke landmark tersebut pun mengeluhkan kondisi ini.

“Sayang sekali, padahal baru diresmikan, tapi sudah terlihat tidak terawat. Harusnya ada petugas yang rutin membersihkan tempat ini,” ujar Jack

Lanjut Jack, kondisi ini tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikan.

Sebab menurut pengunjung paruh bayah ini, jika dibiarkan, bukan hanya estetika kota yang akan terganggu, tetapi juga potensi pariwisata yang bisa menurun akibat kesan kumuh yang ditimbulkan.